Minggu, 22 Januari 2017

tipps mendekati mertua yang keras kepala

adakalanya saat kitabaru menikah agak susah di pertengahan jalan menata rumah tangga tanpa ada guncangan terutama di pihak orangtua pasangan kita (mertua)

 type mertua yang keras kepala adalah yang keinginan nya harus selalu di turuti dan ini sangat sulit untuk menghadapinya terkadang kita kesal jika mertua selalu kekeh dalam prsepsinya walau menurut kita salah .
 dikarnakan perbedaan zaman,sifat,dan karakter kita takan pernah bisa jadi satu dengan nya sob jadi inilah beberapa tips untuk mengatasinya 


1.kenalkan seperti apa sih kamu itu

 sob kamu harus kenalkan bagaimana sih kepribadianmu padanya untuk sekear pendekatan atau kenalkan presepsi kami walau sedikitpun dia ga bakal ngerti tapi dalam arti bukan ngasih suatu prsepsi yang ga jelas

2.ikuti ke inginan nya 

nah disini kadang aga sulit utk ikut apa yang dia mau tapi jujur gua udah buktikan sendiri inilah cara ter efektif yang harus kalian lakukan agar hatinya luluh

3.kalian harus perlihatkan betapa syangnya pada sang pasangan agar dia mengetahui bahwa kamu adalah menantu idaman

 dengan beberapa cara kamu bisa tunjukan pada mertuamu bahwa kamu adalah orangyg jujur dalam mencintai pasangan mu contoh kecil adalah cara memanggil pasanganmu
tetapi jangan terlalu modis atau ke muda mudaan

4.coblah menunggu waktu

untuk hal ini kamu harus bersabar dan menungggu waktu karna dengan ini mungkin kamu bisa belajar bahwa kepercyayaan itu sulit di dapatkan dan kamu jangan pernah sesekali mengecewakan orang yang telah berikan kepercayan itu

Minggu, 15 Januari 2017

jangan mengejar dunia

“Tidak ada satu makhluk melatapun di muka bumi kecuali Allah yang menanggung rezekinya, dan Dia yang mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (Huud : 6)
“Sesungguhnya seorang jiwa tidak akan wafat sebelum Allah menyempurnakan semua rizkinya, maka hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dan memperbaiki cara mencari rizki tersebut”.   (Al Hadits)

Dalam menjalani kehidupan, seorang hamba seharusnya meyakini bahwa rizkinya telah ditetapkan oleh Allah. Apabila rizkinya habis, maka dia tidak mungkin hidup di dunia lagi.

Golongan Manusia Dalam Menyikapi Mencari Rezeki
- Berlebih-lebihan
Menganggap bahwa rizki nya datang dari kepandaian dirinya sendiri, tidak pernah berharap kepada Allah. Bahkan menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Dalam hadits diatas disebutkan untuk bertakwa kepada Allah dan memperindah cara mencarinya sesuai tuntunan yang halal dalam syariat dalam mencari nafkah.
- Menyepelekan
Menganggap bahwa rizkinya akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari. Walaupun rizki sudah ditetapkan oleh Allah, akan tetapi Nabi tetap memerintahkan kita untuk memperbagus cara mencari rizki.
Manfaat Bagi Seorang Manusia bila Ia Mengetahui  Cara Menambah (Kelapangan) Rezeki, maka ia akan :
  • Lurus dalam mencarinya
  • Seimbang dalam mencari
  • Dibukakan pintu rahmat
  • Menambah tawakal
  • Memperkuat ibadah
  • Memperindah cara mencari rezeki

Dua Belas Sebab Dilapangkannya Rizki Seorang Hamba

1. Banyak Memohon Ampun
“Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampunlah kepada Rabb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (Nuh 10 – 12)
“Dan (Nabi Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras (yang membawa kebaikan) atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu (yang sudah kalian miliki), dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud : 52)
Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah mendapat pengaduan bahwa manusia ditimpa kelaparan dan beliau memberikan solusi untuk memohon ampun kepada Allah. Begitu juga permasalahan lain yang menimpa manusia seperti kemiskinan dan kurangnya keturunan. Saat beliau ditanya kenapa melakukannya, maka beliau membawakan ayat di atas.

2. Menjaga diri di atas ketakwaan
Pengertian takwa adalah mengerjakan segala perintah Allah sesuai dengan yang diperintahkan dengan mengharap pahala, serta menjauhi larangan Allah yang telah ditentukan karena takut akan adzab-Nya. Karena dengan ketakwaan inilah seseorang akan dijamin riskinya oleh Allah.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath Thalaaq : 2-3)
Sebagian ulama mengatakan bahwa dengan ketakwaan seseorang tidak akan menjadi faqir. Karena Allah akan memberinya kecukupan baik dari sisi dhahir (lahir) ataupun kecukupan yang lebih besar dari sisi bathin tatkala seseorang bertakwa dengan sebenar-benar ketakwaan. Inilah hakikat dari makna kecukupan, yaitu seseorang akan merasa tenang dengan yang sedikit dan merasa lebih dengan apa yang dianggap kurang oleh manusia.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah yang ada di hati” (HR. Bukhari Muslim)

3. Bertawakal kepada Allah
Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizki. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad)
Rasulullah memberikan contoh tawakal dengan burung karena burung tersebut tidak memiliki simpanan makanan. Akan tetapi walaupun dengan kondisi yang demikian, dia di pagi hari keluar mencari riski dalam keadaan perut kosong dan di sore harinya sudah kenyang. Dan burung tersebut tidak hanya berdiam diri di sarangnya, akan tetapi keluar mencari rizki.
Rukun (syarat)  agar sikap tawakal terwujud secara nyata/benar :
  1. Menyerahkan urusannya kepada Allah
  2. Menjalani sebab-sebab untuk mencapai tujuan tersebut
  3. Meyakini apabila kenikmatan tersebut datang semuanya adalah semata dari Allah
Contoh: Seseorang yang sakit menyerahkan urusan sakitnya kepada Allah, akan tetapi dia tetap berobat, berusaha menyembuhkan penyakitnya. Akan tetapi setelah sembuh dia harus mengatakan bahwa kesembuhannya merupakan karunia dari Allah.

4. Menyibukkan diri dengan ibadah
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah mengabarkan bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai Hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu (konsentrasi) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.”
Maka hendaknya seorang hamba menyibukkan dirinya dengan ibadah dan tetap berusaha mencari rizkinya. Karena dengan berkonsentrasi terhadap ibadah inilah yang akan mempermudah seseorang dalam mencari rizki.

5. Mensyukuri nikmat-Nya
Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)
Rukun untuk mensyukuri kenikmatan :
  • Memuji Allah dengan lisannya
  • Mengakui dalam hati bahwa semua nikmat tersebut datang dari-Nya. Apapun kenikmatan yang datang kepada kalian maka itu datangnya dari Allah (An-Nisaa : 79)
  • Menggunakan kenikmatan tersebut dalam ketaatan
6. Istiqomah diatas agama
Allah berfirman, “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Al-Jin : 16)

7. Menyambung ibadah haji dan umrah
Rasulullah bersabda, “Terus-meneruslah kalian menyambung antara pelaksanaan haji dan umrah, sebab kedua ibadah ini menggugurkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api menggugurkan karat di besi”.

8. Menyambung silaturahmi
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang senang Allah luaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)

9. Berinfaq dengan pemberian dari Allah
Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai anak adam berinfaklah, maka aku akan berinfaq kepadamu”
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada satu haripun yang berlalu kecuali ada dua malaikat yang turun, satu malaikat berkata, Ya Allah, berilah kepada orang yang berinfak di hari ini ganti untuknya. Dan malaikat yang lainnya berkata, Ya Allah berikanlah kerugian kepada orang yang tidak berinfak di hari ini.” (HR. Bukhari Muslim)
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya shodaqoh itu tidak pernah mengurangi harta.” (HR. Bukhari Muslim)
Allah berfirman, “Apapun yang kalian infaqkan dari sesuatu, maka Dialah yang akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rizki.” (Saba’ : 39)

10. Berinfaq kepada penuntut ilmu
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa datang seorang lelaki kepada Rasulullah mengadukan saudaranya yang belajar kepada Rasulullah dan tidak bekerja, maka dijawab oleh Nabi, “Barangkali kamu mendapat rizki dikarenakan saudaramu.” (HR. Imam Ahmad)
Keberadaan penuntut ilmu ditekankan dalam syariat, karena dengan mereka umat Islam akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak.

11. Berbuat baik kepada orang-orang yang lemah
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah kalian itu mendapatkan rizki dan mendapatkan pertolongan kecuali kalau kalian berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah diantara kalian.” (HR. Imam Bukhari)

12. Menjaga shalat lima waktu
Diantara cara menjaga shalat lima waktu :
  • Melakukannya di awal waktu yang utama
  • Apabila laki-laki maka wajib shalat berjamaah di masjid
  • Apabila seorang kepala keluarga maka memerintahkan anggota keluarganya untuk mengerjakan shalat
Allah berfirman, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaahaa : 132)
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa apabila seseorang memerintahkan keluarganya untuk mengerjakan shalat dan bersabar terhadapnya, maka dia akan dikaruniakan rizki dari arah yang tidak pernah dia sangka.

Sabtu, 14 Januari 2017

kebahagian istri rezeki buat kita

Setiap orang pasti menginginkan pernikahan yang dilimpahi dengan rezeki. Namun, rezeki yang paling baik adalah rezeki yang diberkahi Allah, rezeki yang membawa kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga.
Konon, membahagiakan istri bisa menjadi salah satu pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga, benarkah?
Apa hubungannya kelancaran rezeki dengan kebahagiaan istri?
Ternyata, ini rahasianya…
  • Mood baik istri dapat menular pada seluruh anggota keluarga. Jadi ketika istri bahagia, maka semua anggota keluarga akan bahagia. Ketika istri menjalani hidup dengan positif, maka semua anggota keluarga juga menjalani hidup dengan positif.
  • Istri yang bahagia dan bersyukur akan menarik hal-hal positif ke dalam keluarga, karena sesungguhnya Allah memberi lebih banyak pada mereka yang bersyukur.
  • Istri yang bahagia akan menjadi partner yang baik untuk suami mencari rezeki maupun menjadi tempat pulang yang menenangkan setelah suami mencari rezeki. Hasilnya, suami akan kembali semangat mencari rezeki keesokan harinya.
  • Istri yang bahagia dengan suaminya akan selalu mendukung suaminya dalam keadaan apapun, sehingga suami tidak pernah kehilangan dukungan meski di saat paling sulit sekalipun. Dengan begini, suami bisa punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.
  • Istri yang bahagia dapat diandalkan untuk mendidik anak-anak menjadi anak yang bahagia dan berguna. Rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.
Nah, itulah alasannya kenapa istri yang bahagia bisa berpengaruh pada kelancaran rezeki. Kebahagiaan istri bisa menular pada kebahagiaan suami dan seluruh keluarga, sehingga suami bisa memiliki energi positif untuk bekerja lebih baik lagi dalam mencari rezeki.
(Baca juga: Tugas Istri Sebenarnya Hanya 2 Hal Ini Saja)
Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang diberkahi Allah. Aamiin

Rabu, 11 Januari 2017

Cara luluhkan hati mertuawww.keluargakamu.blogspot.com





Niat meminang pujaan hati tersandung restu dari calon mertua? Jangan langsung memvonis calon mertua jahat, jual mahal atau galak.
Siapa tahu, perilaku kita saat berkunjung ke rumah calon mertua kurang simpatik. Karena itu, pelajarilah tutur kata, bahasa tubuh dan apa yang sebaiknya dilakukan tiap mengunjungi rumah calon istri, rumah calon mertua.
Berikut ini 10 hal yang perlu dipahami dan diterapkan mereka yang ingin meluluhkan hati mertua dan mengantongi restu.
1. Membawa buah tangan
Ini adalah etiket dasar berkunjung. Meski si dia dengan jelas mengatakan bahwa  orangtuanya tidak mengharapkan apa-apa dari Anda. Hal yang terbaik adalah jangan muncul dengan tangan kosong. Jika Anda datang hanya untuk undangan makan siang di Mhari Minggu, pertimbangkan untuk membawa hidangan penutup seperti rainbow cake, red velvet atau buah.
Sebaliknya jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu lebih lama dari makan bersama, bawakan sesuatu yang disukai orang tua pacar, buku, tanaman hias, satu kotak cokelat, kue kering kegemaran ibu atau ayahnya. Intinya hal yang mereka sukai atau menarik hati mereka.
2. Berpakaian sopan
Karen Sherman, PhD, Psikolog sekaligus seorang pakar realtionship menyarankan, agar Anda bermain aman dengan mengenakan pakaian klasik atau pilih sesuatu yang konservatif. Pilihan ini bijak, apalagi jika Anda tidak mengetahui pasti gaya hidup keluarga sang pacar. Jangan memakai pakaian terlalu ketat atau terbuka serta tak perlu berdandan berlebihan dengan mengenakan perhiasan besar-besar, make-up tebal. Blus panjang dan legging bisa jadi pertimbangan.
3. Puji selera ibunya
Temukan sesuatu yang Anda suka entah itu warna cat tembok rumahnya, dekorasi ruang tamu, makanan yang dimasak ibunya.  Karen Sherman sang psikolog berpendapat hal ini akan menyiratkan Anda menghargai semua pekerjaan yang ibunya lakukan.
4. "Bonding" dengan saudaranya
Tanyakan adiknya tentang kelas balet, atau kakaknya tentang tim olahraga favoritnya. "Semua orang ingin merasa diperhatikan," kata Karen Sherman. Dan tidak ada salahnya untuk mendapatkan acungan jempol dari keluarga terdekat.
5. Puji kebaikan putra mereka
Orang tua ingin mengetahui bahwa Anda memuja dan menyayangi  anaknya sama seperti mereka. Puji cara ia memperlakukan Anda dengan sangat sopan. Katakan si dia adalah orang yang dikagumi rekan kerjanya atau teman-temannya sering meminta nasihat si dia. Beritahukan hal-hal baik tentang putra mereka. Hal ini tak akan sulit sebab Anda membicarakan orang yang Anda cintai.
6. Jangan terlalu mesra
Tentu saja sang camer akan bahagia melihat Anda benar-benar menyukai anaknya, tetapi mereka tidak suka melihat kalian saling berdempetan sepanjang hari, saling menyentuh atau meraba-raba satu sama lain (punggung, tangan pipi).

(Danubgumelar)